SELAMAT DATANG, ANDA MEMASUKI KAWASAN BERFIKIR
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2014

Hadits Tentang Pengakuan Berbuat Zina - Al Lu'lu' Wal Marzan

حديث ابى هريرة وزيد بن خالد الجهنى, قال: جاءرجل الى النبى صلىّ الله عليه
وسلم, فقال: انشدك الله الا قضيت بيننا بكتاب الله, فقام خصمه, وكان افقه منه فقال: صدق, اقض بيننا بكتاب الله, وأذن لى  يارسول الله ! فقال انبي صلى الله عليه وسلّم: قل, فقال: انّ ابنى كان عسيفا فى اهل هذا, فزنى بامرأته, فافتديت منه بمائة شاة وخادم, وانى سألت رجالا من اهل العلم فأخبرونى انّ على ابنى جلد مائة وتغرين عام, وانّ على امرأة هذا الرّخم, فقال: والّذى نفسى بيده الأقضينّ بينكما بكتاب الله: الما ئة والخادم ردّعليك. وعلى ابنك جلد مائة وتغريب عام؛ وياانيس اغدعلى امرأة هذا فسلها, فإن اعترفت فارجمها, فاعترفت, فرجمها
Artinya:
Hadits Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al-Juhani, di mana keduanya berkata: “Seorang pria datang kepada Nabi SAW. Lalu orang ini berkata: “Ya Rasulallah hendaklah engkau memberi keputusan kepada kami dengan kitab Allah. Lalu lawannya berkata, di mana orang ini lebih pandai daripadanya, katanya: “Ia benar, maka berilah kami keputusan dengan Kitab Allah, dan izinkanlah untukku, ya Rasulallah!” Maka Nabi SAW. Menjawab: “Katakanlah!” Maka orang kedua itu kemudian berkata: “Anakku bekerja di rumah orang ini, kemudian berzina dengan isterinya. Lalu ia, saya tebus dengan seratus ekor kambing dan saya berikan seorang pelayan. Lantas saya bertanya kepada orang-orang yang berilmu. Mereka menjawab: “Anakku harus didera (dicambuk) seratus kali dan diasingkan satu tahun. Sedangkan isteri orang itu dikenakan hukuman rajam.” Maka beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan (kekuasaan)-Nya, sungguh aku akan memberi keputusan untuk kamu berdua dengan Kitab Allah. Yaitu seratus ekor kambing dan seorang pelayan kembali kepadamu. Tapi anakmu didera seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan engkau Unais, besok pagi, pergilah dan tanyailah isteri orang ini. Apabila isteri orang ini mengaku, maka kenakanlah hukuman rajam!” Isteri orang ini mengaku, maka Unais merajamnya.” (H.R. Al-Bukhari : 1103)

Selasa, 24 Desember 2013

Yang Layak dan Tidak Layak Bertasawuf

Segala sesuatu ada ahlinya, ada arahnya, ada tempatnya dan ada hakikatnya.

Keahlian bertasawuf bagi orang yang mempunyai arah yang benar, atau 'arif yang mewujudkan kebenaran hakikat, atau yang mencintai dengan benar, atau pencari yang sadar, atau yang alim (berpengetahuan agama) yang diikat oleh hakikat, atau sang faqih yang diikat oleh arah menuju kepada Allah.

Bukan pada orang yang memikul kebodohan, atau mengaku-aku, atau hampa dalam pandangan analisa, atau sangat awam dengan kebodohannya, atau pencari yang menentang, atau orang yang menolah total untuk taklid pada tokoh-tokoh Sufi besar.

Selasa, 10 Desember 2013

Ulumul Hadis

Sanad : Rentetan rowi-rowi (yang meriwayatkan hadis)
Matan : Isi dari hadis

  • Suatu sanat jika putus, berjumlah 9
  • Suatu sanat jika cacat, berjumlah banyak
Dasar yang digunakan pakar hadis (dasar hukum) adalah Surat Al-Hujurad ayat 6
  • Hadis : Suatu yang disandarkan pada Nabi
  • Khobar : Suatu yang disandarkan pada Nabi atau dari selain Nabi (Sahabat)
  • Ashar : Suatu yang berasal dari sahabat
  • Isnad : Menghubungkan hadis kepada orang yang meriwayatkannya dan rentetan rowi-rowi yang menghubungkannya sampai kepada matan (isi hadis)
  • Matan : Suatu yang diakhir sanad (omongan) atau (isi hadis)

Mutawatir
  1. Lafdhi
  2. Maknawi (ucapan atau tingkah laku)

  • Hadis Hasan : Suatu hadis telah diketahui perowinya dan dia sudah dikenal. (Definisi ini banyak dipakai oleh ahli fiqih). (Dalam Istilah)
  • Hadis Hasan : Suatu hadis yang sanadnya tidak ada perowi yang tertuduh berdosa. (Tirmidzi)
  • Hadis Hasan : Suatu hadis yang dalam sanadnya sudah memenuhi  hadis-hadis atau salah satu perowinya kurang kuat hafalannya. (Ibnu Hajar al-Istikohani) 

Fiqih Ibadah

Fiqih : Aturan (hukum) bagi orang mukallaf
Ibadah : Taat, patuh

HAKIKAT IBADAH
  • Ketundukan
  • Kecintaan
RUANG LINGKUP IBADAH
  • Kewajiban-kewajiban atau rukun-rukun syari'at : shalat, puasa, haji.
  • Ibadah Sunah : zikir, membaca Al-Qur'an.
  • Semua bentuk hubungan sosial yang baik, serta pemenuhan hak-hak manusia.
  • Akhlak Rabbaniyah
  • Akhlak Insaniyyah

Ushul Fiqih


Zariah : Jalan menuju sesuatu, jika jalan menuju keburukan harus ditutup (zad zari'ah) atau jalan menuju kebaikan harus ditutup (fath zari'ah).

Sad Zari'ah : Melakukan pekerjaan yang semula mengandung kemaslahatan untuk menuju kepada sesuatu kemafsadatan. (Imam Al-Syathibi)


PEMBAGIAN SAD AL ZARI'AH

  • Zari'ah yang membawa kerusakan secara pasti
  • Zari'ah yang kemungkinan besar membawa larangan
  • Zari'ah yang dikhawatirkan membawa perbuatan terlarang
  • zari'ah yang kemungkinan kecil membawa perbuatan terlarang
Malikiyyah dan Hanabilah adalah golongan yang menggunakan Sad al-Zari'ah, sedangkan Zahiriyyah adalah golongan yang menolak Sad al-Zari'ah.

Qaul Shahabi adalah mazhab shahabi atau fatwa shahabi.


  • Ijma' : Suatu kesepakatan bulat seluruh umat islam dalam masalah-masalah yang diketahui dengan jelas dan pasti dari agama. (Imam Syafi'i)
  • Ijma' : Kesepakatan umat Muhammad secara khusus mengenai urusan agama. (Al-Ghazali)
  • Ijma' : Kesepakatan suatu komunitas dalam menetapkan hukum syara'. (Ulama' Syi'ah)
  • Ijma' merupakan hasil dari Ijtihad.



RUKUN IJMA'

  • Yang terlibat ialah seluruh mujtahid yang ada
  • Kesepakan seluruh mijtahid
  • Kesepakatan diawali dengan pendapat-pendapat
  • Peristiwanya belum terdapat di Al-Qur'an
  • Sandaran ijma' adalah Al-Qur'an dan Hadits

MACAM-MACAM IJMA' (Dari Cara Terjadinya)
  • Ijma' Shahih (Qathi) : Ijma' yang terjadi dengan kesepakatan  secara jelas oleh seluruh mujtahid
  • Ijma' Sukuti (Zhanni) : Ijma' yang terjadi dengan persetujuan yang tidak jelas, sebagian mujtahid tidak setuju
Istihsan : Memperhitungkan sesuatu yang lebih baik
Istihsan : Semua hal yang dianggap baik oleh mujtahid menurut akalnya. (Al-Ghazali)
Istihsan : Berpalingnya seorang mujtahid dari suatu hukum yang seharusnya kepada hukum yang lain karena ada yang lebih utama yang menghendaki. (Ulama' Hanafiyyah)

Qiyas Khafy : Qiyas yang illat hukumnya tidak jelas


ALASAN MENGGUNAKAN ISTIHSAN
  • Al-Qur'an  surat al-Baqarah ayat; 185
  • Hadis (sesuatu yang dipandang baik di sisi Allah).   

IMAM-IMAM YANG MENOLAK ISTIHSAN
  • Imam Syafi'i
  • Zhahiriyyah
  • Syi'ah

MACAM-MACAM ISTIHSAN
  • Istihsan bi al-nash
  • Istihsan bi al-ijma' (istihsan dengan kesepakatan)
  • Istihsan bi al-dharurah (karena darurat)
  • Istihsan bi al-qiyas khafy
  • Istihsan bi al-maslahah

HUKUM YANG TERKANDUNG DALAM AL-QUR'AN
  • Hukum Itiqadiyah : Hukum yang berkaitan dengan masalah keyakinan
  • Hukum Khuluqiyah : Hukum yang berkaitan dengan sifat-sifat baik yang harus dimiliki dan sifat-sifat buruk yang harus dijauhi
  • Hukum Amaliyah : Hukum yang berkaitan dengan tindak tanduk (perbuatan) manusia, pembahasan ini selanjutnya dikembangkan dalam ilmu syari'ah
Lughawi : Cara yang biasa dilakukan, ada yang baik maupun yang buruk. (HR. Muslim)


MACAM-MACAM SUNNAH
  • Sunnah Qauliyah
  • Sunnah Fi'liyah
  • Sunah Taqririyah